Bulan Ramadhan masih kita jalani bersama hari ini. Bulan yang selalu dinanti oleh sebagian umat Islam di seluruh Indonesia. Lho, kok kalimatnya “sebagian”, biasanya kan semuanya? Ah, itu karena saya mendapati realita bahwa memang tidak semua umat Islam di seluruh dunia merindukan datangnya bulan Ramadhan. Buktinya tidak ada greget yang mereka tunjukkan ketika sudah memasuki bulan Ramadhan yang mulia. Maaf, kalo saya agak berkonotasi jelek. Tapi ini bukan prasangka apalagi pendapat belaka. Saya melihatnya sendiri.
Beberapa hari yang lalu, setelah buka puasa bersama dan sholat maghrib saya segera bersiap-siap untuk datang ke masjid untuk menunaikan sholat tarawih berjamaah. Mesjid tidak terlalu jauh, paling cuman 100 meter saja. Saya mengajak salah satu teman yang kebetulan bersama saya waktu itu dan dia setuju untuk berangkat bersama. Saya senang karena tidak akan berangkat sendiri. Bagaimanapun juga ada teman akan lebih memberikan semangat daripada berangkat sendiri.
Pada saatnya, saya sudah mengambil air wudhu. Saya ajak dia,”Ayo berangkat!!” Dan dia menjawab,”Nggak jadi, saya diajak ke supermarket sekalian mau beli sop buah.” Astaghfirullah, mengapa tidak dari tadi. Mengapa waktunya bersamaan dengan adzan isya’ dan sholat tarawih. Bahkan, ajakan saya untuk menggapai surga kalah dengan ajakan teman lain untuk pergi ke supermarket dan membeli sop buah.
Tadi malam, saya mengajak lagi orang yang sama. Waktunya pas hampir adzan Isya’. Jawabannya,”Saya nggak tarawih, lagi pengin sop buah lagi.” Haduh, masak pahala sholat Isya’ dan tarawih berjamaah dibandingkan dengan sop buah. Dan kok, ya belinya nggak dari tadi sebelum buka puasa misalnya. Kan jusru lebih enak, buka puasa yang seger-seger.
Begitulah realita yang ada sekarang. Ketika sebagian ummat Islam berlomba-lomba untuk mencari pahala sebanyak-banyaknya di bulan Ramadhan, justru ummat yang lain menyepelekannya. Menganggap bulan Ramadhan tidak ada bedanya dengan bulan-bulan yang lain. Ini salah siapa? Bukan solusi jika hanya mencari siapa yang salah. Tapi sudah menjadi kewajiban setiap muslim untuk saling mengingatkan satu sama lain. Dengan arif dan bijaksana tentunya. Bukankah dakwah adalah kewajiban setiap muslim, wajib ‘ain.
Sudah sepantasnya kita sebagai pemuda muslim menunjukkan semangat dakwah di manapun kita berada dan kepada siapapun orang yang yang ada di sekitar kita. Memang berat tapi seperti kata seorang ulama,” Ketika kamu merasa berat melakukan sesuatu maka cara paling mudah untuk membuatnya jadi ringan adalah dengan segera melaksanakannya.” Kalo kita pemuda muslim yang sadar akan kewajiban dakwah saja loyo, apalagi mereka yang masih belum begitu sadar.
Yuk, du bulan Ramadhan yang mulia ini kita berlomba-lomba dalam kebaikan. Minimal kita tunjukkan contoh yang baik dengan selalu bersemangat dalam menjalankan ibadah yang sudah menjadi kewajiban kita sebagai seorang muslim. Karena sungguh setiap perbuatan yang kita lakukan ada balasannya.
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA.....
Beberapa hari yang lalu, setelah buka puasa bersama dan sholat maghrib saya segera bersiap-siap untuk datang ke masjid untuk menunaikan sholat tarawih berjamaah. Mesjid tidak terlalu jauh, paling cuman 100 meter saja. Saya mengajak salah satu teman yang kebetulan bersama saya waktu itu dan dia setuju untuk berangkat bersama. Saya senang karena tidak akan berangkat sendiri. Bagaimanapun juga ada teman akan lebih memberikan semangat daripada berangkat sendiri.
Pada saatnya, saya sudah mengambil air wudhu. Saya ajak dia,”Ayo berangkat!!” Dan dia menjawab,”Nggak jadi, saya diajak ke supermarket sekalian mau beli sop buah.” Astaghfirullah, mengapa tidak dari tadi. Mengapa waktunya bersamaan dengan adzan isya’ dan sholat tarawih. Bahkan, ajakan saya untuk menggapai surga kalah dengan ajakan teman lain untuk pergi ke supermarket dan membeli sop buah.
Tadi malam, saya mengajak lagi orang yang sama. Waktunya pas hampir adzan Isya’. Jawabannya,”Saya nggak tarawih, lagi pengin sop buah lagi.” Haduh, masak pahala sholat Isya’ dan tarawih berjamaah dibandingkan dengan sop buah. Dan kok, ya belinya nggak dari tadi sebelum buka puasa misalnya. Kan jusru lebih enak, buka puasa yang seger-seger.
Begitulah realita yang ada sekarang. Ketika sebagian ummat Islam berlomba-lomba untuk mencari pahala sebanyak-banyaknya di bulan Ramadhan, justru ummat yang lain menyepelekannya. Menganggap bulan Ramadhan tidak ada bedanya dengan bulan-bulan yang lain. Ini salah siapa? Bukan solusi jika hanya mencari siapa yang salah. Tapi sudah menjadi kewajiban setiap muslim untuk saling mengingatkan satu sama lain. Dengan arif dan bijaksana tentunya. Bukankah dakwah adalah kewajiban setiap muslim, wajib ‘ain.
Sudah sepantasnya kita sebagai pemuda muslim menunjukkan semangat dakwah di manapun kita berada dan kepada siapapun orang yang yang ada di sekitar kita. Memang berat tapi seperti kata seorang ulama,” Ketika kamu merasa berat melakukan sesuatu maka cara paling mudah untuk membuatnya jadi ringan adalah dengan segera melaksanakannya.” Kalo kita pemuda muslim yang sadar akan kewajiban dakwah saja loyo, apalagi mereka yang masih belum begitu sadar.
Yuk, du bulan Ramadhan yang mulia ini kita berlomba-lomba dalam kebaikan. Minimal kita tunjukkan contoh yang baik dengan selalu bersemangat dalam menjalankan ibadah yang sudah menjadi kewajiban kita sebagai seorang muslim. Karena sungguh setiap perbuatan yang kita lakukan ada balasannya.
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA.....
No comments:
Post a Comment